Umi Salamah?? Maksudnya???
Umi Salamah, Umi Salamah, tak ada respon dari diri ini, ungkap mamaku. Cerita ini sempat diceritakan mama ku ketika saya sudah bosan dengan pertanyaan orang-orang. “kamu dipanggil bela, tapi nama lengkap kamu Umi Salamah, dari mana asalnya nama bela?” akhirnya aku bertanya kepada mama ku akan pertanyaan orang-orang kepada diri ini.
Awalnya mamaku cerita bahwa ketika pertama kali saya masuk sekolah, saya tidak tahu bahwa terdaftar sebagai nama Umi Salamah. Guru dikelas pun mulai memanggil satu persatu nama siswanya, tibalah giliran Umi Salamah, Umi Salamah,,,,?? Umi Salamah???,, tiba-tiba mamaku pun menghampiri masuk ke dalam kelas, dan menjelaskan kepadaku bahwa Umi Salamah adalah nama kepanjanganku, begitulah singkatnya.
Akhirnya ketika SMP aku tahu bahwa nama Umi Salamah adalah pemberian dari kakekku, hal ini saya ketahui dari orang tua dan bibi saya. Singkat ceritanya, saya adalah orang Palembang yang lahir di Depok, dan biasanya memang yang memberi nama dari anak-anak orangtuaku dan pamaku adalah kakek. Kakek saya adalah seorang Kiyai, sehingga mungkin kakek saya memberi nama cucunya ada makna tersendiri dan merupakan sebuah doa. Sebenarnya saya belum sempat menanyakan secara langsung kepada kakek kenapa aku diberi nama seperti itu, karena beliau sudah meninggal ketika aku masih berumur 10 tahun.
Lain halnya dengan nama Bela, awalnya saya mau dikasih nama Siti Nurbaya sama nenekku, karena pada saat itu lagi musimnya film siti nurbaya -__-,, tapi kalau dari mama sih maunya nama saya itu ada Nur Bela, sedangkan ayah saya percayakan kepada ayahnya. Nur bela, Nur itu artinya cahaya, sedangkan bela mamaku dari nama temannya atau nama seorang bidan. Akte kelahiran saya ketika itu diurus di Palembang, apa mungkin karena salah komunikasi atau apa akhirnya yang awalnya mau ada Nur Bela sebelum Umi Salamah, hanya tertera Umi Salamah saja di akte. Hal demikian tidak mengubah mamaku untuk tetap memanggilku bela, dan akhirnya saya terkenal dengan panggilan bela dilingkungan masa kecil sebelum sekolah, tetangga dekat, dan keluarga. Jarang sekali, teman sekolah yang memanggil bela, kebanyakan umi, umai, dsb nya.
Ya menurut saya mau apapun panggilannya, saya meyakini bahwa kakek saya atau orang tua saya memiliki penilaian dan makna tersendiri memberi nama saya seperti itu. Seperti halnya nama kakak saya yaitu, M. Nuruddin Araniri yang pastinya juga memiliki makna dan doa.
Seiring meranjaknya usia ini, aku pun mulai mencari sendiri arti nama saya, makna apa yang ada didalamnya. Umi dalam bahasa arab diartikan sebagai Ibu, sedangkan salamah adalah sepertinya hal nya dengan salam, selamat atau sejahtera. Selain itu, saya juga menemukan dari beberapa buku atau pun browsing internet, bahwa Umi Salamah adalah Istri Rasulullah SAW. Umi Salamah adalah seorang perempuan yang ikut berperan jihad untuk islam. Salah satunya dalam perang badar. Umi Salamah dinilai sebagai wanita yang cerdas, bijaksana, cantik, setia kepada suaminya, tetapi Umi Salamah juga adalah seorang yang pencemburu.hal ini pun hampir sama dengan diri saya :D, untuk kata bela pun saya artikan sendiri adalah seorang perempuan yang ceria,, belaaaaaaaa,,, seperti salah satu nada dasar lagu, La,,,, sebuah nyanyian yang ceria dan menyenangkan,, :D.
Refleksi kepada saya sendiri, bahwa kata umi inilah menurut saya memiliki makna yang mendalam, Umi yang artinya ibu dalam bahasa arab menajdi acuan bagi saya, bahwa saya di doakan dan diharapkan untuk menjadi seorang ibu yang hebat bagi anak-anaknya dan sekelilingnya. Apalagi memang saya adalah orang yang suka anak kecil dan penyayang, semoga makna kata Umi Salamah ini mendoakan saya untuk menjadi seorang wanita atau pun ibu yang bisa mendamaikan anak-anaknya dan orang sekelilingnya, serta menjadi seorang wanita yang pemberani, bijaksana, dan cerdas,, amin,, J
Oleh karena itu, saya sangat bersyukur diberi nama Umi Salamah,
Thank you so much for my big family.. ^_^
2010110006
Math Department

